Renungan

Setiap bayang tidak selalu cerminan realitas. Ia hanya tafsir, yang bisa menampakkan beribu kemungkinan. Ia tidak mutlak benar, juga belum tentu selalu salah. Maka berdebat tentang bayang hanya memperpanjang usia kebodohan. Pada saat demikian, bijaksana perlu bekerja, mendudukkan setiap bayang dengan penuh cinta dan kerendah-hatian, hingga masing-masing ia saling memahami secara paripurna.

Pesan dari Asisten Dosen Cantik

Untuk Gelandangan Nusantara

Ketika hati dan otak saling beradu
Berkompetisi menjadi pemenang
Dan mungkin sekadar ingin mencari kebenaran atau pembenaran atau...
Dia, gelandangan nusantara yang tahu

Mencari jawaban dan jati diri
Mencari cinta sejati
Mencari intisari
Dari hidup yang tiada arti

Semua tiba tiba menghitam
Dan memutih kemudian
Atau sepercik merah
Dan seberkas bayang abu abu

Jiwa jiwa yang ingin bebas
Dalam kungkungan emas yang banyak dipanggil sebagai sistematika sistem yang rumit
Seperti syaraf syaraf dari otak hingga tumit

Apakah hidup hanya sekadar dijalani?
Atau diperjuangkan?
Atau seperti murid yang perlu bimbingan?

-jalan metropop nomor duasembilan-

Selamat malam jiwa jiwa sedu sedan

Komentar