Postingan

Renungan

Setiap bayang tidak selalu cerminan realitas. Ia hanya tafsir, yang bisa menampakkan beribu kemungkinan. Ia tidak mutlak benar, juga belum tentu selalu salah. Maka berdebat tentang bayang hanya memperpanjang usia kebodohan. Pada saat demikian, bijaksana perlu bekerja, mendudukkan setiap bayang dengan penuh cinta dan kerendah-hatian, hingga masing-masing ia saling memahami secara paripurna.

Sajak-sajak Patah Hati

Sajak-sajak Ungkapan Hati

Perihal Kau

Terima Kasih, Untukmu

Isak dari Tepian Brantas

Aku Rindu Hafalan Itu

Belum Puaskah Kau?

Pesan dari Asisten Dosen Cantik

Puisi Lima Kata*

Iblis Kecewa*

Mereka Lebih Beruntung

Mati untuk yang Sejati

Protes Si Perut

Selamat Bertahun Politik