Postingan

Renungan

Setiap bayang tidak selalu cerminan realitas. Ia hanya tafsir, yang bisa menampakkan beribu kemungkinan. Ia tidak mutlak benar, juga belum tentu selalu salah. Maka berdebat tentang bayang hanya memperpanjang usia kebodohan. Pada saat demikian, bijaksana perlu bekerja, mendudukkan setiap bayang dengan penuh cinta dan kerendah-hatian, hingga masing-masing ia saling memahami secara paripurna.

Sajak-sajak Patah Hati

Joyoism (2)

Isak dari Tepian Brantas

Mencoba Memahami Mukiyo

Sepucuk Pesan untuk Ama

Belum Puaskah Kau?

Penari Striptis, Topeng, dan Kepentingan

Mengecam Pembunuhan Kebebasan Berekspresi

Iblis Kecewa*

Jangan Remehkan Campur Tangan Tuhan

Tuhan Maha Asik

Aku Memilih Nurani, Guru